Bank Dapat Bonus Likuiditas Rp 30 T dari BI

Uncategorized191 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesiamemperkuat stimulus kebijakan makroprudensial untuk menambah likuiditas perbankan sehingga menambah ruang ekspansi penyaluran kredit. 

Gubernur BI Perry warjiyo mengatakan insentif likuiditas yang berlaku baik untuk bank umum konvensional atau syariah sejak 1 Oktober 2023 telahmenambah likudiitas di perbankan sebesar Rp 30 triliun.

Adapun insentif yang dimaksud adalah potongan kewajiban setoran giro wajib minimum (GWM) hingga 4% dari mulanya sebesar 9%. Namun, insentif ini diberikan jika bank-bank bisa menyalurkan kredit atau pembiayaan ke sektor-sektor prioritas di atas 3%-7%, seperti hilirisasi minerba, hilirisasi non-minerba, perumahan, serta pariwisata.

“Penurunan ini untuk meningkatkan fleksibilatas bagi bank untuk menyalurkan kredit dan berlaku pada 1 Desember 2023. Penurunan ini diharapkan dapat menambah likuditas perbankan sekitar Rp 81 triliun,” katanya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Jumat (3/11/2023).

Sebelumnya, BI menargetkan dengan adanya kebijakan insentif likuiditas tersebut, pertumbuhan kredit perbankan akan mendapatkan daya dorong sekitar 0,6-0,7 dari basis target pertumbuhan kredit perbankan sepanjang tahun ini yang 9-11%.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Gubernur BI Ungkap Strategi Stabilisasi Rupiah

(mkh/mkh)


Quoted From Many Source

Baca Juga  3 Tahun Meroket 421%, Lo Kheng Hong Terus Tambah Porsi di Saham ABMM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *