Intip Kinerja Saham Batu Bara Sepanjang Tahun Ini

Uncategorized91 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Kinerja saham batu bara terpantau kurang menggembirakan sepanjang 2023, di mana hanya tiga saham yang berhasil mencetak kinerja positif.

Dari tiga saham tersebut beberapa di antaranya merupakan saham-saham yang kapitalisasi pasarnya berada di kisaran Rp 1 triliun – Rp 10 triliun, atau dapat dikatakan saham-saham mid cap.

Sementara itu sebanyak 17 saham masih mencatatkan koreksi sepanjang tahun ini.


PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) tercatat sebagai saham batu bara yang paling baik kinerja yakni melesat 99,23%. Saham SMMT sendiri ditutup stagnan di harga Rp 1.295/saham pada perdagangan Selasa kemarin.

Pada pertengahan November lalu, PT Geo Energy Investama resmi mengakuisisi SMMT dan menjadi pemegang saham pengendali setelah menyelesaikan transaksi pembelian saham SMMT dari PT Mutiara Timur Pratama pada tanggal 18 Oktober 2023 lalu.

Aksi korporasi tersebut sebelumnya telah mendapat persetujuan pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Pasca-pengambilalihan saham pengendali oleh PT Geo Energy Investama, pihaknya optimis akan perkembangan bisnis Perseroan di masa mendatang. PT Geo Energy Investama adalah anak Perusahaan dari Geo Energy Resources Limited yang terdafar di Bursa Saham Singapura sejak tahun 2012.

PT Geo Energy Investama sendiri merupakan Perusahaan yang telah mumpuni di bidang pertambangan batubara, yang mana saat ini memiliki 4 konsesi di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur dengan pencapaian produksi hingga 10 juta MT per tahun.

Namun, secara mayoritas saham batu bara RI masih merana dari awal tahun hingga kemarin. Hal ini karena boom comodity yang sempat terjadi pada 2022 sudah mulai memudar dan turut mempengaruhi pergerakan saham batu bara di RI.

Baca Juga  Beda Pendapat, Anggota MKMK Bintan Saragih Minta Anwar Usman Diberhentikan dengan Tidak Hormat

Tren boom comodity yang sudah mulai memudar terlihat dari pergerakan harga batu bara dunia yang mencatatkan koreksi sepanjang tahun ini. Dari posisi awal tahun hingga kemarin, harga batu bara acuan ICE Newcastle ambles 63,74% sepanjang tahun ini (year-to-date/YTD).

Harga batu bara dunia yang turun sejak boom commodity memiliki korelasi positif terhadap harga saham produsen batu bara.

Para produsen batu bara di Indonesia mayoritas ekspor dan harga jual mengacu pada dunia. Dengan demikian saat harga batu bara dunia anjlok akan memengaruhi harga penjualan rata-rata (average selling price/ASP). Saat ASP turun pendapatan perusahaan juga ikut turun, meskipun volume ekspor atau penjualan naik.

Kondisi ini membuat harga saham emiten batu bara merosot karena investor menilai prospek kinerja profitabilitas batu bara yang juga akan ikut melorot.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Saham Top Gainers & Top Losers Sepekan, Punya Anda Cuan?

(chd/chd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *