Nyawa Ribuan Tentara Ukraina Jadi Tumbal Nafsu Politik Jenderal Zaluzhnyi

Uncategorized113 Dilihat

Senin, 27 November 2023 – 16:16 WIB

VIVA – Kegagalan operasi serangan balik yang dilancarkan ke posisi militer Rusia, menyudutkan nama Jenderal Valerii Zaluzhnyi sebagai pimpinan Angkatan Bersenjata Ukraina (AFU).

Baca Juga :

Laknat, Tentara Israel Jatuhkan 40 Ribu Ton Bom ke Gaza

VIVA Militer melaporkan dalam berita sebelumnya, Zaluzhnyi jadi sasaran kritik keras Wakil Ketua Komiter Keamanan, Pertahanan dan Intelijen Parlemen Ukraina, Mariana Bezuglaya.

Menurut Bezuglaya, Zaluzhnyi dan para pimpinan militer Ukraina tidak memiliki rencana strategis apapun untuk 2024. Padahal, invasi militer Rusia masih berlangsung dan belum bisa diketahui kapan akan berakhir.

Baca Juga :

Pangkoarmada RI Lantik Mantan Ajudan Jokowi Laksda TNI Hersan Jadi Panglima Koarmada III

Sementara, pemerintah Ukraina sudah habis-habisan mendanai perang bahkan sampai harus merengek meminta bantuan finansial dan persenjataan kepada negara-negara Barat.

VIVA Militer: Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Jenderal Valerii Zaluzhnyi

Baca Juga :

Kabar Duka TNI, Kolonel Rosiana Vera Baru Saja Meninggal Dunia di Jakarta

Bezuglaya menyebut Zaluzhnyi tidak memahami tindakan yang harus dilakukan untuk menghadapi pasukan Rusia, dan hanya bisa mengorbankan nyawa tentara Ukraina dalam perang.

“(Zaluzhnyi) tidak memiliki rencana untuk jenis peperangan apa pun, baik besar atau kecil, asimetris atau simetris. Para petinggi (militer Ukraina) hanya ingin memobilisasi puluhan ribu orang setiap bulan,” ucap Bezulgaya melanjutkan.

“(Keinginan para pimpinan militer Ukraina) tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang harus dilakukan dalam konflik yang sedang berlangsung antara Kiev dan Moskow,” katanya dikutip VIVA Militer dari Russia Today.

Ternyata bukan cuma Bezuglaya yang berang. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky juga terlibat perseteruan dengan Zaluzhnyi. Zelensky murka dengan sikap Zaluzhnyi yang dianggapnya mengabaikan peran sebagai pimpinan militer.

Zelensky juga melihat sosok Zaluzhnyi terlalu bernafsu untuk memasuki arena politik, dengan harga mahal yang dijadikan tebusan, nyawa ribuan tentara Ukraina yang tewas di medan perang.

“Jika seorang militer memutuskan untuk berpolitik, itu adalah haknya. Maka dia harus terjun ke dunia politik dan kemudian dia tidak bisa menghadapi perang,” ucap Zelensky.

“Jika Anda mengelola perang dengan mengingat bahwa besok Anda akan berpolitik atau pemilu, Anda berperilaku sebagai politisi dan bukan sebagai orang militer. Dan saya pikir itu adalah kesalahan besar,” katanya.

Halaman Selanjutnya

“(Keinginan para pimpinan militer Ukraina) tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang harus dilakukan dalam konflik yang sedang berlangsung antara Kiev dan Moskow,” katanya dikutip VIVA Militer dari Russia Today.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *