Sebut RI Butuh Biaya Besar untuk Transisi Energi, Sri Mulyani Contohkan Pensiun Dini PLTU

Uncategorized146 Dilihat

Selasa, 5 Desember 2023 – 13:36 WIB

Jakarta – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pembiayaan masih menjadi tantangan bagi Indonesia untuk melakukan transisi energi. Hal ini disampaikannya dalam agenda COP28, Dubai.

Baca Juga :

Sri Mulyani Sebut RI Pertimbangkan Danai Kembali Permasalahan Iklim di 2024-2027

Pada kesempatan itu, Sri Mulyani menyampaikan beberapa hal yang dihadapi Indonesia. Itu mulai dari tantangan untuk mempensiunkan dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), hingga komitmen RI untuk mengatasi perubahan iklim.

“Sebagai Menteri Keuangan saya akan menggunakan kesempatan ini untuk memaparkan berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk mewujudkan transisi energi di Indonesia,” kata Sri Mulyani lewat Instagramnya @smindrawati, dikutip Selasa, 5 Desember 2023.

Baca Juga :

Wakil Kapten Timnas AMIN Minta Sri Mulyani Buka Anggaran Alutsista di Kemenhan yang Naik Drastis

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Sri Mulyani menggambarkan kasus nyata yang sedang dihadapi oleh Pemerintah yakni upaya memensiundinikan 660 megawatt PLTU.

Baca Juga :

Hadir di COP 28 Dubai, Hilmi Panigoro Buka-bukaan 4 Strategi Bisnis Keberlanjutan Medco Energi

“Untuk mengimplementasikan agenda uji coba ini saja, kita banyak menemui tantangan, terutama dari segi pembiayaan,” jelasnya.

Lanjut Bendahara Negara, blended finance atau pendanaan campuran menjadi peranan penting. Sebab, keterlibatan Multilateral Development Bank (MDB), filantropi, sektor swasta sangat diperlukan agar transisi energi dapat terwujud.

Di sisi lain jelas dia, Indonesia juga terus merumuskan berbagai regulasi untuk mendukung climate agenda. Dalam hal ini, Indonesia telah meluncurkan carbon market.

“Indonesia telah meluncurkan carbon market, ini mungkin sebuah langkah kecil tapi banyak negara sama sekali tidak memiliki pengetahuan akan hal ini. Kita setidaknya sudah mencoba. Saya sendiri sebagai Menteri Keuangan akan terus berupaya mendorong climate agenda ini dari sisi keuangan dan kebijakan fiskal Indonesia,” kata dia.

Halaman Selanjutnya

Di sisi lain jelas dia, Indonesia juga terus merumuskan berbagai regulasi untuk mendukung climate agenda. Dalam hal ini, Indonesia telah meluncurkan carbon market.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *