Siap-Siap! Aksi Tutup Anak Cucu BUMN Sakit Terus Berlanjut

Uncategorized197 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan efisiensi pada perusahaan BUMN masih akan terus dilakukan. Artinya, Ia masih berencana untuk menutup anak dan cucu perusahaan pelat merah yang dianggap tidak sehat.

“Kita terus komitmen menutup anak cucu BUMN yang tidak diperlukan,” ujarnya saat rapat dengan Komisi VI DPR RI Jakarta, Kamis (14/9).

Saat ini total perusahaan anak dan cucu BUMN berjumlah 173 unit. Kementerian BUMN akan meninjau kembali jumlah tersebut. 

Erick mengatakan hal itu perlu dilakukan agar anak dan cucu perusahaan yang sakit tidak menjadi beban bagi BUMN yang sehat.

Sebagai informasi pada 2019 jumlah BUMN sebanyak 113 perusahaan. Kemudian pada tahun lalu jumlahnya susut menjadi 41 perusahaan. Perampingan jumlah BUMN ini dilakukan melalui pembentukan holding, merger, akuisisi, dan penutupan. 

Sementara itu, pada 2020 Erick sempat menyebut ada 800 perusahaan anak dan cucu BUMN. Dengan demikian dalam kurung waktu kurang dari 3 tahun, jumlah anak dan cucu BUMN telah susut 78,4%.

Adapun sepanjang 2022, dengan jumlah BUMN serta anak dan cucu yang telah menyusut jauh, laba BUMN sepanjang 2022 sebesar Rp Rp304 triliun, naik 85,37% dibandingkan dengan capaian 2019. 

Kementerian BUMN mencatat, jasa keuangan memberikan kontribusi paling besar. Bank BUMN dengan laba bersih terbesar yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), yaitu Rp 51,4 triliun. Disusul oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) diatas Rp 40 triliun. Lalu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) lebih dari Rp 18 triliun, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) lebih dari Rp 3 triliun.

Baca Juga  BUMN Berangkatkan 100 Ribu Pemudik Gratis, Naik 40% dari Tahun Lalu

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Disebut Erick Thohir Sudah Sehat, Begini Jeroan BUMN Karya

(mkh/mkh)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *