Strategi Bisnis Digital Jadi Penopang Pertumbuhan Bank Raya

Uncategorized133 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mengungkapkan strategi pengembangan bisnis yang dilakukan selama 2023 melalui sejumlah inisiasi dan inovasi. Hal ini dilakukan untuk menopang bisnis digital berkelanjutan.

Pada semester I-2023, Bank Raya terus mengoptimalkan potensi sinergi dengan ekosistem PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dengan pemanfaatan channel BRI seperti Tarik dan Setor Tunai di ATM BRI dan Agen BRILink. Bahkan Bank Raya semakin memperluas cakupan layanan di antaranya melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan dengan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) untuk melayani UMKM.

Selain itu, untuk memperluas jangkauan Bank Raya kepada masyarakat Bank Raya membuka Community Branch di Denpasar, Palembang, dan Yogyakarta pada Semester II-2023. Perseroan juga mempermudah pelaku usaha dan komunitas untuk mengelola bisnisnya dengan meluncurkan Saku Bisnis yang terintegrasi pada Aplikasi Bank Raya.

Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan, dengan semakin lengkapnya layananBank Raya memperkuat positioning sebagai bank digital yang merupakan bagian dari BRI Group dengan meresmikan logo baru pada November 2023. Menurutnya, pertumbuhan bisnis digital di 2023 ini tentunya didukung oleh komitmen dan strategi Bank Raya untuk memperluas pasar potensial dengan menjadi partner bertumbuh bagi pelaku usaha. Pun kawan finansial melalui pengembangan produk dan layanan yang mampu menjawab kebutuhan nasabah secara komprehensif.

“Sinergi kami di dalam ekosistem BRI Group yang semakin kuat juga menjadi keunggulan kami di tengah kompetisi di industri bank digital. Bank Raya akan terus beradaptasi dan berinovasi secara taktis untuk mendorong pertumbuhan dan strategi bisnis jangka panjang perseroan,” ungkap dia dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (29/11/2023).

Dia menjelaskan, untuk mencapai pertumbuhan bisnis jangka panjang, perseroan fokus pada lima strategi utama pengembangan bisnis digital yaitu Kekuatan Bank Raya sebagai bank digital dengan jaringan Online to Offline (O2O) terluas di Indonesia. Lalu inovasi berkelanjutan dan produk digital Bank Raya komprehensif (cross segment digital product) yang memungkinkan Bank Raya scale up bisnis dengan cara partnership dan akuisisi end user melalui ekosistem BRI maupun ekosistem digital lainnya.

Kemudian optimalisasi produk dan ekosistem yang ada melalui ekspansi pada bisnis keagenan BRI Group dan bisnis keagenan lainnya, pelaku usaha mikro, dan pekerja mikro lainnya. Serta eksplorasi untuk perluasan pasar potensial bisnis digital, sinergi BRI Grup sebagai Digital Attacker untuk melayani pasar UMKM melalui produk dan jasa perbankan digital yang smaller, shorter, faster dan mudah diakses nasabah. Tidak ketinggalan juga komitmen untuk perbaikan business enabler secara berkesinambungan dalam teknologi, sumber daya manusia, dan manajemen risiko untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang solid dan mendorong kepuasan pelanggan.

Baca Juga  Konflik Timur Tengah Ancam Ekonomi Indonesia, Pemerintah Didesak Bantu Akhiri Genosida di Gaza

“Sebagai bank digital, mendukung percepatan inklusi keuangan di Indonesia adalah bagian dari aspirasi kami. Jaringan O2O dengan lebih dari 750 ribu akses poin yang tersebar di Indonesia, serta kekuatan sinergi di dalam ekosistem BRI Group yang didukung oleh produk digital Bank Raya yang praktis dan komprehensif, memungkinkan kami untuk mendorong penetrasi inklusi keuangan digital secara meluas di Indonesia,” tegas Bagus.

Hal ini tercermin dari pertumbuhan nilai transaksi digital saving yang mencapai 163% (yoy), sehingga pada Oktober 2023 tercatat sebesar Rp 2,3triliun. Peningkatan juga terjadi di total transaksi Aplikasi Raya sebesar 192% (yoy), sehingga pada Oktober 2023 tercatat sebesar 1,4 juta transaksi. Sedangkan saat ini, user digital saving Bank Raya tercatat sebesar 784 ribu dengan rata-rata saldo sebesar Rp 1,3 juta.

Sementara itu dari sisi digital lending, Bank Raya memiliki beragam produk digital yang dapat memenuhi kebutuhan nasabah. Di mana produk pinjaman digital end-to-end kepada end user yaitu Pinang Flexi dan Pinang Dana Talangan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Pinang Flexi yang ditujukan untuk nasabah payroll BRI Group tumbuh sebesar 151,3% (yoy). Sementara Pinang Dana Talangan yang memberikan kemudahan bagi agen BRILink BRI tumbuh sebesar 47,2% (yoy).

Kemudian untuk produk penyaluran digitize melalui platform customer relationship management yaitu Pinang Maksima dan Pinang Performa juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pertumbuhan Pinang Maksima sebesar 161,3% (yoy). Sementara Pinang Performa tumbuh sebesar 133,4% (yoy).

Untuk mendukung komitmen peningkatan kepuasan nasabah, Bank Raya juga terus melakukan perbaikan business enabler dengan memperkuat aspek teknologi, human capital dan manajemen risiko,” jelas Bagus.

Adapun digital capability Bank Raya ditingkatkan secara berkesinambungan melalui big data technology, layanan berbasis ITserta Contact Center Sapa Raya dengan response time berkualitas. Bank Raya juga melakukan transformasi culture and people dengan talenta yang memiliki digital mindset dan capability.

Baca Juga  Band Asal Korea, Xdinary Heroes Bakal Ke Jakarta, Personel Band Buat Permintaan Khusus

Lalu untuk penguatan manajemen risiko secara berkelanjutan, Bank Raya mengembangkan automated machine learning credit scoring dalam rangka menjaga kualitas kredit. Serta pemanfaatan teknologi artificial intelligence untuk pengembangan Fraud Detection System (FDS).

Lebih lanjut, selama 2023, Bank Raya konsisten membukukan kinerja keuangan positif dari bulan ke bulan. Hal ini terlihat pada kinerja laba bersih Bank Raya untuk Oktober 2023 yang tercatat tumbuh melesat Rp 18 miliar atau kenaikan laba sebesar 118% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sampai dengan akhir Oktober 2023, Bank Raya telah menyalurkan kredit sebesar Rp 8,9 triliun meningkat 134% (yoy) dari Oktober 2022, yang tercatat sebesar Rp 3,8 triliun. Hal ini juga mendorong pertumbuhan signifikan outstanding kredit digital Bank Raya pada Oktober 2023 sebesar 49% (yoy) mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

Pencapaian yang sama juga terlihat pada digital saving Bank Raya, yang tumbuh 94% (yoy) pada Oktober 2023 mencapai kisaran Rp 1 triliun.

Beberapa rasio kunci Bank Raya juga mengalami perbaikan meskipun di tengah kenaikan suku bunga. Tren penurunan pada rasio BOPO terlihat sepanjang 2023 sehingga pada Oktober 2023 tercatat sebesar 86,1%.

Hal yang sama juga dialami rasio CIRdi mana trennya mengalami penurunan sepanjang 2023 sehingga pada Oktober 2023 tercatat sebesar 73,9%. Sementara permodalan dan likuiditas yang terjaga terlihat dari CAR yang kuat di level 48% pada Oktober 2023. Tidak luput juga peningkatan CASA menjadi sebesar 28,9% dan LDR yang stabil pada level 78,6%.

“Ke depan, kami akan terus berkomitmen untuk melanjutkan tren positif ini melalui pertumbuhan bisnis digital yang berkualitas dengan menginternalisasi seluruh komitmen strategi bisnis kami di setiap lini bisnis utama, serta terus mengakselerasi langkah kami menuju profitabilitas jangka panjang,” tutup Bagus

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Kompetisi Kian Ketat, Konsolidasi Jadi Solusi Bank Digital?

(bul/bul)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *